Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit


Dalam usaha meningkatkan produksi kelapa sawit, Ekstensifikasi merupakan salah satu metode yang sering digunakan, akan tetapi dalam prosesnya memerlukan lahan yang lebih luas serta lebih banyak memerlukan tenaga kerja. Dari kendala yang ditemui dalam ekstensifikasi tersebut, maka metode Intensifikasi menjadi salah satu hal wajib dalam peningkatan produksi sawit.

Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit hadir untuk memenuhi solusi dalam proses intensifikasi produksi pada kelapa sawit tersebut. Teknologi PIKAT (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu) NASA dari PT Natural Nusantara ini mampu memenuhi semua kebutuhan tanah dan tanaman secara terpadu (lengkap) yaitu unsur hara makro dan mikro, hormon dan enzim pertumbuhan, asam-asam organik serta beberapa jenis mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.

Prinsip Teknologi PIKAT, adalah memperbaiki :

  1. Kesuburan Kimia Tanah
    Memberikan unsur mikro dan makro, enzym, hormon,asam-asam amino yang cukup.

  2. Kesuburan Fisik Tanah
    Meningkatkan nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah dan memperbaiki keseimbangan pori mikro dan makro tanah (kegemburan tanah).

  3. Kesuburan biologi tanah
    Memberikan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.

Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit dapat membantu pembudidayaan kelapa sawit secara organik untuk memperoleh kestabilan produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Teknologi PIKAT NASA telah teruji secara :

  1. Multi Komoditi
    Telah digunakan pada semua jenis tanaman budidaya (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan), termasuk kelapa sawit.

  2. Multi Lokasi
    Telah digunakan di berbagai kondisi lahan (dataran rendah – dataran tinggi, lahan basah – lahan kering, lahan normal – lahan kritis) dan di berbagai wilayah (berbagai jenis tanah) di Indonesia.

  3. Multi Waktu
    telah digunakan sejak tahun 1996.
Manfaat Teknologi PIKAT NASA pada Kelapa Sawit
  1. Mempercepat pertumbuhan kelapa sawit
  2. Meningkatkan hasil panen kelapa sawit
    – bobot / berat panen lebih tinggi
    – waktu panen lebih awal, masa panen puncak lebih lama
    – usia produksi lebih lama
  3. Meningkatkan kualitas hasil panen.
  4. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit.
  5. Memperbaiki tanah yang rusak / mengembalikan kesuburan tanah
  6. Mengurangi penggunaan pupuk kimia.
  7. Memacu perkembangan microorganisme tanah yang berguna bagi tanaman.
  8. Menguntungkan secara ekonomi. Bisa dipilih sesuai kondisi keuangan, Alternatif A, B atau C.
Biaya produksi dengan prinsip PIKAT NASA dibandingkan sebelumnya :
A. Lebih Rendah Hasil Panen Sama dengan Sebelumnya
B. Sama Hasil Panen Lebih Tinggi dengan Sebelumnya
C. Lebih Tinggi Hasil Panen Naik Optimal

C ontoh : setiap aplikasi pupuk NPK dengan biaya 2 juta per hektar, maka :
Alternatif A Biaya pupuk NPK 750.000 + Produk NASA 750.000 Hasil Panen = sebelumnya
Alternatif B Biaya pupuk NPK 1 juta + Produk NASA 1 Juta Hasil panen naik 30-50 %
Alternatif C Biaya pupuk NPK 1,5 juta + Produk NASA 1 juta Hasil panen naik 70-200 %


Cara Penggunaan Produk NASA pada Kelapa Sawit :
  1. PEMBIBITAN
    1. Penyemprotan bibit : 3 tutup botol POC NASA + 1 tutup Hormonik / tangki / 2 minggu, atau
    2. Penyiraman : 3 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik / 10 liter air, kemudian disiramkan 1 gelas Aqua untuk setiap polibag 2 minggu sekali.

  2. TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM)
    1. Umur 0-1 tahun
      1. 0,5 kg SUPERNASA untuk 25 batang tanaman setiap 6 bulan sekali.
      2. Semprot 3-5 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik /tangki / 1-2 bulan sekali.
    2. Umur 1-2 tahun
      1. 1 kg SUPERNASA untuk 25 batang tanaman setiap 6 bulan sekali.
      2. Semprot 3-5 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik /tangki / 1-2 bulan sekali.
    3. Umur 2-3 tahun
      1. 3-6 kg SUPERNASA untuk 1 hektar / 6 bulan.

  3. TANAMAN MENGHASILKAN (TM)
    1. Pilihan Utama = 3-6 kg POWER NUTRITION / hektar / 6 bulan sekali
    2. Pilihan Standar = 1,5-3 kg POWER NUTRITION + 1,5-3 kg SUPERNASA / hektar / 6 bulan
    3. Pilihan Minimal = 3-6 kg SUPERNASA / hektar / 6 bulan

KETERANGAN :
  1. Penggunaan POWER NUTRITION dan SUPERNASA dapat dilakukan dengan dicampur bersama pupuk NPK atau tanah, pasir, abu untuk memudahkan aplikasi ke lahan. Dapat juga dengan cara diencerkan terlebih dahulu untuk disiramkan, dengan cara larutkan 200 - 400 gram (20 - 40 sendok makan) dalam 10 - 20 liter air, kemudian siramkan 1-2 liter larutan pupuk per 1 pohon.
  2. Dosis pupuk makro / NPK / Kimia dapat dikurangi 25-50 % dari dosis kebiasaan setempat. Jika tidak dikurangi akan lebih baik.
  3. POC NASA dan HORMONIK dapat diganti dengan Pupuk Organik Serbuk GREENSTAR dengan dosis 0,5 sachet (10 gr)/tangki semprot 10-20 liter.
  4. SUPERNASA dapat diganti dengan SUPERNASA GRANULE (Dosis 50 gr / hektar).
Untuk mengatasi serangan layu tanaman sawit karena jamur dapat digunakan produk Agens Hayati atau Pestisida alami Natural GLIO.

Itulah penjabaran singkat tentang panduan teknik budidaya dengan teknologi PIKAT NASA pada Kelapa Sawit dari PT Natural Nusantara dengan harapan bisa membantu meningkatkan produksi kelapa sawit.



bawah

 

Pemesanan Produk / Konsultasi :
Call / SMS : 0815 1930 4044
Whatsapp : 08787 8585 837
Pin BBM 7CC9125D

Alamat :
Stokis Resmi PT.Natural Nusantara (NASA)
Jl. Mardani Raya Gg.A No.20 A
Cempaka Putih Barat - Jakarta Pusat
www.agrobisnisnasa.com


Jadilah Agen / Distributor NASA di daerah Anda untuk mendapatkan harga khusus, baik untuk digunakan sendiri atau dijual lagi. Caranya KLIK DISINI

 

 


Copyrights © 2013 www.AgroBisnisNasa.com
Alamat : Jl. Mardani Raya Gg.A No.20A Cempaka Putih Barat - Jakarta Pusat

Call / SMS : 0815 1930 4044   |  WA : 08787 8585 837  |   BBM Pin 7CC9125D
  Produk




Call / SMS
0815 1930 4044

BBM Pin
7CC9125D

WhatsApp
08787 8585 837

Email
aswannasa@gmail.com

Social Media




Artikel Yang Sering Dibaca :
  1. Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit
  2. CARA BUDIDAYA KELAPA SAWIT
  3. CARA BUDIDAYA LELE
  4. CARA BUDIDAYA BANDENG
  5. CARA BUDIDAYA & BERTERNAK BEBEK
  6. VITERNA "Vitamin Ternak Alami"
  7. TON "Pupuk Khusus Tambak Perikanan"